Friday, October 30, 2020

Google.com


               
Banyak cara untuk mengenal dan mencintai Rasulullah SAW. Salah satu dari sekian banyak cara tersebut adalah dengan mengetahui sejarah perjalanan hidup beliau. Bicara tentang sejarah perjalanan hidup Rasulullah SAW ada banyak pula cara mengetahui sejarah tersebut salah satunya adalah membaca buku-buku “Sirah Nabawiyah”.

                Satu ketika suami berkata “Untuk mendapat syafa’at Rasulullah SAW di akhirat kelak kita harus mencintai beliau”. Aku masih tak bereaksi dan menunggu ia melanjutkan ucapannya, “Sudah sebesar apa cinta kita untuk Rasulullah”.

Aku tersentak dengan pernyataan tersebut, menyadari bahwa cinta kepada Rasulullah belum mengalahkan cintaku pada orang-orang di sekitarku, Astagfirullah…..

                Aku bersyahadat sebagai seorang muslim, berikrar atas nama Allah dan Rasulnya yakni Muhammad SAW, namun kecintaan kepada Rasulku masih sedikit kadarnya. Aku lupa bahwa Rasulullah lah kelak yang memberikan syafa’at di akhirat. Ya Allah…. Lewat siapa saja pada akhirnya ia menyadarkan hamba-Nya akan sesuatu yang nyaris dilupakan.

                Kembali pada bagaimana membangun kecintaan terhadap Rasulullah SAW. Aku dan dan suami pada akhirnyamemutuskan untuk membeli buku “Sirah Nabawiyah” secara online. Namun aku yang selalu memiliki banyak ketakutan apalagi tentang sumber belajar yang menurutku nggak boleh sembarangan. Akhirnya menunda untuk membeli buku karena masih bingung buku karya siapa, yang sahih. 

                Dua hari berselang sejak obrolan kami, aku mengikuti kajian online bersama Meyda Sefira salah satu pemeran film Ketika Cinta Bertasbih. Dalam kajian tersebut qadarullah kak Meyda merekomendasikan satu buku “Sirah Nabawiyah” karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri. Beliau adalah juara 1 lomba penulisan sejarah islam Rabithah Al Alam Al islami .

                Alhamdulillah dari rekomendasi kak Meyda, kami benar-benar memutuskan untuk membeli buku tersebut. Saking merasa betapa pentingnya pengetahuan sejarah perjalanan Rasulullah SAW kami memutuskan untuk sedikit demi sedikit membacanya di tengah hiruk pikuk aktifitas yang kita lewati setiap hari.



                Seperti kesepakatan awal bahwa kita akan membacannya setiap hari selepas shalat Maghrib secara bersama-sama (suami yang baca aku yang mendengarkan…wkwkwk). Memasuki hari ke-2 buku tersebut berada di tangan, Alhamdulillah suami masih konsiten membaca palaupun hari ini di lakukan selepas shalat isya. Semoga kita bisa khatamkan bukunya bersama-sama.

                Dengan beberapa kali berganti posisi, suami tetap semangat membaca dan akan bereaksi dengan ungkapan “Ohhh…. Ternyata gitu” saat berada pada part yang membuatnya terkagum-kagum. 
Menyadari betapa  kecintaan  kami terhadap Rasulullah masih amat dangkal, besar harapan bahwa ikhtiar ini semakin menumbuhkan kecintaan terhadap satu-satunya manusia paling sempurna di muka bumi ini. Aamin…..

                Nahhhhh…… WBers sendiri gimana nih?, apa saja paya  yang dilakukan WBers untuk semakin menumbuhkan kecintaan kepada Allah juga Rasulnya, Nabi Muhammad, SAW?. Jawab di kolom komentar ya …..

               

Widya Bahri . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates