Wednesday, October 21, 2020

                Seperti janji saya di tulisan sebelumnya, ingin berbagi materi yang di dapat dari seminar magnet rejeki kemarin. “Bagaimana meraih pertolongan Allah untuk eksistensi lembaga RA”, namun sejatinya ilmu ini tidak hanya di peruntukkan untuk meraih eksistensi lembaga ya. Lebih dari itu, dalam menjalani kehidupan sehari-hari kita sangat membutuhkan ilmu ini. Kenapa begitu? Karena hal ini erat kaitannya dengan bagaimana mengelola diri untuk meraih pertolongan Allah dalam konteks apapun.

                Sebagai penyampai materi ini,  ibu Hj. Zakiyah Syamsudin S.Pt. mengawali pemaparannya dengan sebuah motivasi untuk tetap berhusnudzon kepada Allah. Ya kali… kita minta pertolongan Allah tapi masih suudzon terhadapnya dan segala ketetapannya. So…… dapa dasarnya untuk mengamalkan ilmu ini, terlebih dulu  harus meyakini bahwa apapun yang terjadi pada kita adalah atas kehendak juga kekuasaan Allah. Yakini pula bahwa ketetapan Allah adalah yang terbaik dan Allah tak pernah salah.


                Sebelum masuk pada point-point apa saja yang dapat kita lakukan untuk memperoleh pertolongan Allah. Saya punya bagan yang menganalogikan bagaimana pertolongan Allah akan datang (berikutnya di sebut mukjizat).


                Dalam analogi ini pertolongan berupa mukjizat  adalah hasil dari sebuah ikhtiar. Seperti Ikhtiar Siti Hajar dalam memperoleh pertolongan Allah,  terletak pada bagaiman ia berlari dari bukit Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali untuk menemukan sumber air agar untuk menghentikan tangis Nabi Ismail kecil yang kehausan.

                Ikhtia terus dilakukan hingga mukjizat berupa sumber air yang mengalir dari bukit Shafa ke Marwah, keluar justru dari gerakan kaki Nabi Ismail sendiri. Lalu apa korelasinya dengan kehidupan kita saat ini dalam meraih pertolongan Allah?.

Widya Bahri . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates