Sunday, October 18, 2020

disini untuk tau sumber gambar


                Kadang kita menyukai sesuatu tidak hanya dari apa yang secara visual tampak dari sebuah benda. Kadang kita justru melihat apa yang tidak terlihat dari benda tersebut. Misal sebuah filosofi atau kisah dan kenangan  dari sebuah benda  yang sejatinya tak terlihat.  Bahkan sesuatu yang sederhana namun memiliki kisah menarik dan filosofi yang unik terkadang lebih bernilai tinggi  dari benda yang tampak bagus secara visual namun baru dan tak berkisah.

                Dalam kondisi lain, beberapa orang menyukai sebuah benda dengan alasan berdasarkan cerita orang lain. Ketika seseorang  berbagi cerita perihal sesuatu atau sebuah benda yang menurut si pencerita begitu menarik kadang si pendengar akan ikut merasa tertarik. Bahkan tak jarang si pendengar satu ketika lebih holic dari si pencerita.

                Aku sering mengalami itu, yang terparah adalah sekitar delapan tahun lalu. Saat itu aku lulus SMA, seperti remaja pada umumnya, impian memiliki pacar semakin menggebu setelah lulus SMA. Terlebih sepanjang sekolah aku sama sekali tidak diizinkan berpacaran hingga benar-benar lulus untuk tidak melakukan itu.

                Selepas SMA aku yang masih dangkal ketika berfikir tentang seperti apa laki-laki yang baik dan tepat di jadikan pasangan, berharap memiliki pacar yang akan hadir dengan Vespa antiknya, mungkin berwarnamerak seperti warna favoritku. Kenapa vespa?, padahal perempuan lain mungkin akan suka dengan motor sport bahkan Moge?, kenapa aku harus suka vespa.

                Bukan tanpa alasan, pernah satu ketika seseorang menceritakan bagaimana pria bervespa menggambarkan pribadi yang baik juga penyabar. Menurutnya yang secara langsung merasakan memiliki pasangan bervespa serta begitu menikmati hubungannya. Itu merupakan awal yang baik dalam menemukan pasangan. Pasalnya memiliki vespa bukan hal mudah, disamping mekanisme untuk mengendarainya yang berbeda dengan motor-motor lain, vespa yang terbilang sudah sangat berusia membaut pemiliknya harus ekstra sabar mengurusinya. Belum lagi ketika tiba-tiba vespa mogok di tengah perjalanan, mereka harus terbiasa dengan itu. Maka memiliki kendaraan seperti vespa perlu kesiapan untuk menguji mental sabar seseorang.

                Hingga akhirnya seperti itulah filosofi yang tertanam dalam benakku tentang pria bervespa. Jika dia pada kendaraannya saja mampu bersabar sedemikian menurut apa yang aku fikirkan, bagaimana tidak, kepadaku pun mungkin akan demikian. Alhasil, aku selalu berharap memiliki pacara seorang pria bervespa. Beberapa bulan berselang aku  menemukan pria itu. Benar-benar merasa telah terjawab sudah doaku karena hadirnya apa yang selama ini aku cari.

                Aku sendiri menyaksikan bagaimana dia menghadapi vespa yang tiba-tiba mogok. Bagaimana ia bersabar menghadapinya dan aku semakin merasa benar tentang filosofi itu. Tapi aku lupa bahwa setiap orang memiliki sifat asli yang beragam. Di balik sabarnya dia menghadapi vespa belum tentu dia sabar menghadapi aku yang mungkin tak seberharga vespa…. Hahahahahha serius aku ketawa ngakak sambil nulis ini. Intinya buat temen-temen semua, sadarilah bahwa sifat dasar seseorang tidak di tentukan dari sebuah filosofi. Jangan kayak aku ya, pintar-pintarlah menerima informasi jangan sampai membuat kita larut dan terlalu meyakini apa yang kita den

Widya Bahri . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates