Sunday, October 11, 2020


http://www.marbeljunior.com/

        Hai bun, kira-kira apa yang bunda lakukan ketika anak bunda mulai bisa menulis?. Menulis disini bukan hanya tentang bagaimana anak mampu menghasilkan goresan bermakna dalam bentuk huruf kata hingga kalimat. Lebih luas, menulis pada Anak Usia Dini sebagai upaya mengekspresikan ide juga perasaan dalam bentuk coretan-coretan. Yups…. Coretan sebagai bentuk representasi anak terhadap apa yang mereka rasa juga fikirkan.

                Apakah  bunda termasuk yang  memberi apresiasi saat anak mampu menulis?. Apakah bunda memberi ucapan atas sebuah pencapaian  seperti apa yang tampak sederhana tersebut?.  Atau mungkin bunda justru tidak melakukan apa-apa?.

                Sebagai seorang guru sebuah Raudhatul Athfal (RA), saya dihadapkan pada berbagai macam karakteristik orang tua. Ada yang antusias saat anaknya mampu melakukan sesuatu untuk pertama kali termasuk menulis. Namun tak sedikit orang tua yang menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa. Jangankan untuk memberi sebuah apresiasi terhadap pencapaian anak, bahkan mereka belum menyadari bahwa yang dilakukan anak untuk pertama kali tersebut, meskipun terlihat sederhana faktanya jelas tidak sesederhana yang terlihat.

                Menulis pada anak usia dini merupakan aktifitas yang memerlukan koordinasi antara tangan dan mata. Proses ini memerlukan latihan agar anak terbiasa, bagi seorang anak tentu ini tidak mudah maka penting walau hanya sekedar memberi apresiasi berupa kalimat pujian saat anak mulai dapat menulis atau sekedar menggoreskan pensil pada sebuah media.

                Disamping itu menulis juga tidak bisa secara sembarang dilakukan anak. Orang tua perlu memerhatikan kesiapan anak untuk menulis. Karena untuk dapat melakukan aktifitas tersebut anak terlebih dulu perlu melewati proses mengenal media yang digunakannya untuk menulis serta mengetahui dan berlatih mulai dari bagaimana cara memegang pensil dan menggunakannya.

                Apa bunda pernah bertemu seorang anak yang hanya untuk memegang pensil pun masih kesulitan?. Faktanya fenomena itu benar-benar ada dan  terjadi pada anak usia dini.  Tidak semua anak dapat dengan mudak menggunakan alat tulis tersebut sehingga ia perlu melakukan banyak latihan.

                Maka dari itu, kita sebagai orang tua mari mulai menyadari dan melihat lebih dalam terkait sekecil apapun perkembangan anak yang mulai mereka tunjukkan. Dan jangan lupa berikan mereka apresiasi ketika dapat melakukan sesuatu untuk pertama kali, walau hanya dalam bentuk kalimat-kalimat pujian. Percayalah apesiasi tersebut akan membantu meningkatkan kepercayaan diri anak terhadap apa yang kemudian akan dia lakukan.

 

11 Comments

Anak saya berusia 4th masih bingung menghapal angka dan huruf. Kadang benar dan kadang salah. Gpp ya bun?

REPLY

Keponakan saya sudah tk tapi masih kesulitan menulis bahkan untuk pegang pulpen

REPLY

Sepakat teh, apapun pencapaian anak, apresiasi orang tua akan sangat berharga bagi mereka

REPLY

Betul mbak, mengapresiasi anak itu penting banget

REPLY

Iya, Mbak. Satu yang sering lupa itu adalah mengapresiasi kemajuan belajar anak. Biar semakin pede.
Keponakan saya sering dikritik waktu gambar, karena masih oret-oretan. Sekarang dia nggak mau coba gambar dan selalu minta digambarin. Itu juga contoh pentingnya apresiasi sih. Orang tua juga harus paham sama perkembangan anak. Kadang, suatu hal yang biasa untuk kita, bisa menjadi luar biasa untuk anak.

REPLY

Izin sering bertanya ya, Bund. Anak saya usia 5 tahun. Saya perlu banyak belajar ini.

REPLY

Hem betul bunda, sejatinya sebagai orang tua harus bersyukur dengan sekecil apapun perkembangan anak. Dan cara bersyukur adalah m-apresiasi anak:)

REPLY

kalo kata bu Eli Risman, Anak Usi Dini bukan harus pintar bun, tapi Harus Bahagia :), semangat bundaa

REPLY

ketika anak kesulitan untuk memegang alat tulis, kebayang ya betapa lebih sulitnya jika dia harus menulis.
menulis melibatkan pergerakan motorik anak, sebelum meminta anak menulis alangkah lebih baiknya kita terlebih dahulu melatih motorik anak dengan aktifitas yang membuat otot-otot tangannya lebih kuat dan siap untuk menulis, seperti misalnya meremas kertas, bermain playdough atau aktifitas lain yang memberi stimulus sebagai persiapan menulis pada anak usia dini.

REPLY

betul kang,jangan sampai kitaabai pada sekecil apapun pencapaian anak

REPLY

Widya Bahri . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates