Saturday, October 24, 2020

 

google.com
            Kajian online menjadi salah satu alternatif untuk tetap mendapat transferan ilmu plus siraman rohani di masa pandemi. Akhir-akhir ini aku mulai mengikuti beberapa kajian online sebagai sebuah kebutuhan. Menyadari bahwa setiap hari  perlu suntikan ilmu dan self reminder  mengingat tak dapat kita pungkiri bahwa keimanan seseorang bersifat fluktuatif. 

             Pagi ini mengikuti kajian online bersama DT peduli. Dengan pemateri mbak Meyda Sefira yang selalu membuat saya antusias dengan kajian-kajiannya. Termasuk beberapa tahun belakangan pernah mengikuti bedah buku pertamanya yakni “Hujan Safir”. Dari sana pula aku  mulai mengidolakan mbak Meyda.

                Kembali ke kajian online dengan tema yang sangat lekat dan dekat di  kehidupan sehari-hari para muslimah. “Rahasia  Menjadi Muslimah Ideal di Era Millenial” menjadi topik menarik yang di bahas seklitar 90 menit. Mengupas tuntas bagaimana menjadi muslimah yang  hidup di era millenial dengan segala problematikanya. Terutama bagi mereka yang berkarir dengan tujuan membantu suami. Faktanya muslimah berkarir itu tidak masalah selama dilakukan sesuai dengan kodratnya sebagai seorang ibu juga istri.

        Lebih jelasnya di bahas pada sesi tanya jawab. Ketika seorang audience bertanya terkait bagaimana menjadi muslimah yang ideal tersebut. Mbak Meyda mengawali jawabannya dengan statement bahwa sesungguhnya jika menyebut kata ideal, secara global tentu tidak mudah menjadi muslimah yang ideal.

         Namun di era millennial ini, dimana telah lebih banyak muslimah yang memilih berkarir, di samping menjadi ibu dan istri dalam keluarganya.  Tidak ada yang salah dengan hal tersebut, namun muslimah tidak semata-mata di bebaskan untuk melakukan pekerjaan apapun. Dengan kata lain muslimah yang berkarir perlu memilih dan memilah pekerajaan seperti apa yang memungkinkan untuk dilakukan.

             Tentunya pekerjaan yang diridhoi Allah, juga pekerjaan yang tidak mengenyampingkan kodrat perempuan sebagai ibu juga istri. Jangan sampai pekerjaan yang dilakukan membawa seorang muslimah pada kelalaian atas kewajibannya memberi pelayanan terbaik bagi keluarga , serta lupa memenuhi hak-hak keluarga di dalamnya adalah suami juga anak-anak.

Nahhh….. jadi nggak salah kan seorang muslimah bekerja apalagi tujuannya membantu suami dalam kehidupan berkeluarga. Tapi  perhatikan juga hal-hal apa saja yang harus di lakukan sebelum memutuskan untuk bekerja. Terlebih di era serba digital seperti saat ini, banyak pekerjaan yang bisa dilakukan secara online. Membuka kesempatan bagi para ibu rumah tangga untuk bekerja tanpa meninggalkan kewajiban sebagai ibu juga istri. Bahkan beberapa pekerjaan murni dapat sepenuhnya di kerjakan dari rumah.


9 Comments

Aku juga sependapat untuk soal muslimah bekerja terlebih sebagai guru, karena ilmunya dibutuhkan oleh umat...

REPLY

Jaman sekarang hanya mengandalkan gaji suami aja enggak cukup. Istri juga harus punya pemasukan lain.

REPLY

Maju terus para muslimah Indonesia

REPLY

Setuju. Muslimah juga harus bisa produktif

REPLY

Agree..

Muslimah juga harus produktif, tetapi tidak lupa dengan jati diri

REPLY

Saya setuju nih....muslimah dapat bekerja apalagi tujuannya membantu suami dalam kehidupan berkeluarga. Perempuan memang perlu aktualisasi diri tanpa meninggalkan perannnya dalam keluarga.

REPLY

Betul setuju ... kalau aku ... terutama pekerjaan dibidang sosial, pendidikan dimanapun dan kapanpun ... maka dari itu ilmu wanita klo bisa banyak ... dan akan berguna saat menikah

REPLY

insyaallah di ridhoi Allah ya bu

REPLY

Widya Bahri . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates