Monday, October 19, 2020

Google.com


Di bawah rindang cemara sore itu
Kusaksikan goresan-goresan masalalu
Kisah yang tak pernah sampai pada akhir
Tertahan ego juga amarah  

Kali ini di hadapanku  mengalir ketenangan
bersamanya batu dan kerikil sebagai kesatuan
Dihiasi jatuhnya rintik di atas alirannya,  aku ingat
sempat kami menikmati dingin juga sangkala
Yang seakan berhenti

Rintik berikutnya pada dedaunan
Ku rasakan kembali kerinduan
seperti kala ia menyentuh aliran juga bebatuan
Bagaimana bisa aku melupakan?

Bayangannya di tengah hujan
Wajahnya di ukir kuas penyesalan
Sesalku karena terlalu sulit membuang rindu
kala hujan begini, tak ku temukan sedikit pun
celah untuk melupakan.


Widya Bahri . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates