Friday, October 23, 2020

 Di atas keragu-raguan

Dengan terpaksa ku bangun kepercayaan

Disapu angin di terpa bagai

Bagiku hanya ujian


Sebuah dinding membatasi nalar

Meghalangi pandanganku pada langit 

Yang sejatinya selalu berwarna biru 

Kala itu yang tampak bagiku

Dia merah bak warna kesukaanku


Benar-benar di luar nalar

Saat tak sedikit pun ku saksikan celah

Tak sedikit pun ku temukan salah 

Terikat hatiku, oleh bunga yang sejatinya palsu.

Palsu dan menjebak ku.


Mungkinkah aku lupa? 

Widya Bahri . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates