Saturday, October 10, 2020


Google.com
                Jangan salah sangka dulu ketika teman-teman lihat cover tulisan ini.  Karena aku tidak sedang akan me review buku 7 Habits. Selain belum pernah mencoba meresensi buku, aku memang belum menyelesaikan membaca buku ini sejak membelinya tahun 2014 lalu.

                Satu ketika aku di hadapkan pada kondisi sangat jenuh dalam menjalani rutinitas sebagai guru Taman Kanank-kanak, guru privat juga mahasiswi sebuah Universitas. Dari semua yang coba dilakukan dengan maksimal ada sebuah ganjalan yang berakhir pada kesimpulan bahwa ada yang salah dari semua yang sudah di lakukan.

                Terkadang banyak yang dirasa tidak efektif, pada beberapa momentum aku menjadi seseorang yang grasak-grusuk karena ketidak efektifan tersebut. Dan masalah lain dari semua keluhanku saat itu adalah ketidak mampuanku mengenali  dan memahami apa yang salah dan harus aku perbaiki. Hingga satu ketika seorang teman merekomendasikan sebuah buku untuk kemudian aku baca dan mengambil apa yang ada di dalamnya untuk kemudian aku aplikasikan dalam kehidupan.

                Sampai akhirnya buku itu ada di tangan, dan aku mulai coba membaca setelah teman yang merekomendasi buku 7 Habits Of Highly Effective People tersebut  mewanti-wanti terkait bagaimana buku ini keren namun perlu kerja keras untuk memahaminya. Bahkan temanku sampai harus membaca berulang hingga menuliskannya kembali agar memahami isi dari buku tersebut.

                Benar saja, aku yang terbiasa membaca bacaan ringan seperti novel dan kisah iinspiratif. Kemudian di suguhkan bacaan dengan bobot yang bagiku cukup berat dan tidak begitu familiar. Disamping itu terkadang aku memang agak kesulitan membaca buku-buku terjemahan bahkan jika buku itu adalah sebuah novel sekalipun.

                Jadilah hingga detik kini  buku dengan tebal keseluruhan hampir mencapai 390 halaman ini baru beberapa halaman saja ku sentuh. Apa aku memahami isi dari halaman yang sudah di baca?, iya… tapi mungkin hanya satu persen saja, itu pun dengan perjuangan berulang kali membacanya.

                Entahlah…… cukup sulit sekali buatku untuk menyelesaikan buku ini. tapi aku tetap bertekad untuk menyelesaikannya walaupun nggak tau kapan. Semoga secepatnya dan akan lebih keren jika aku bisa meresensi buku ini.

                Lagi-lagi tulisan kali ini terkait curhatan receh yang muncul ketika masuk kamar dan melihat buku 7 Habits tergeletak di atas meja. Ternyata selama ini aku gunakan sebagai alas untuk menaruh mouse.

Widya Bahri . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates