Wednesday, November 11, 2020

Tak Sendiri

Picture from Pinterest.com 



Di kekang terik, siang ini gersang

Peluh mengalir berisyarat

Tak berhenti, di bawah terik kulangkahkan kaki

Menyapa hari yang tak kan pernah kembali



Mengelilingiku dalam peluh

Hembusan angin menyamarkan kegerahan

Menyapa juga berisyarat

Gerahmu bersama angin sebagai penawar



Perlukah aku takut?

Saat seluruh buah bagiku terasa pahit

Saat tak lagi ku lihat cahaya

Saat bibirku kaku, untuk terlihat bahagia




Perlukah aku takut?

Bukankah terik tetap menawarkan angin?

Bukankah ada obat dari setiap sakit?

Solusi mendampingi masalah-masalahmu


No comments:

Post a Comment