Wednesday, November 18, 2020


Adakah WBers yang berprofesi sebagai seorang guru?, jika kamu adalah guru pada jenjang pendidikan apapun, kira-kira apa yang paling kamu rindukan dari aktifitas bersekolah yang kurang lebih hampir 9 bulan ini tidak kita lakukan?. Aku rasa setiap guru memiliki cerita dan kesan tersendiri terkait di rumahkannya aktifitas belajar mengajar sejak maret 2020 lalu. 

Pandemi Covid-19 mengukir sejarah besar dunia. Terjadi dan menyebar di seluruh penjuru dunia, melahirkan kebiasaan-kebiasaan baru yang sebelumnya tidak pernah di lakukan. Penggunaan masker yang semula menjadi bagian dari minoritas dalam sebuah tatanan kehidupan kini seketika menjadi sebuah mayoritas. Kemanapun kergi yang kita saksikan adalah pemandangan masyarakat yang kini di dominasi mereka para pengguna masker sekalipun hal itu sama sekali tidak membuat mereka merasa nyaman. 

Eits…… malah kemana-mana nih, jadi langsung aja kita balik lagi ke topik terkait pengalaman WBers sebagai seorang guru yang harus di hadapkan pada kondisi tak biasa seperti saat ini. Apa tantangan terbesar WBers saat mengajar tanpa melakukan tatap muka?. Pasti agak menyulitkan bukan?,apalagi ketika dihadapkan pada permasalahan lain berkenaan dengan kondisi siswa yang berbeda dalam berbagai sisi. 

Perbedaan yang tidak hanya terletak pada karakter dan cara belajar mereka namun beberapa siswa bahkan ada yang kesulitan mengikuti rangkaian pembelajaran secara daring, karena akses digital sebagai modal utama dalam pembelajan ini justru tidak dimiliki sebagian dari mereka. Aku pun mengalami ini dan berusaha melakukan upaya lain untuk tetap memfasilitasi kegiatan belajar seluruh siswa. 

Upaya tersebut mulai dari melakukan pembelajaran luring dimana anak dan orang tua melakukan kerjasama terhadap kami untuk mengambil tugas-tugas yang perlu di kerjakan siswa untuk kemudian mengembalikan hasilnya hingga kami para guru melakukan evaluasi. Di samping itu upaya lain tetap dilakukan untuk memaksimalkan segala bentuk upaya yang telah dilakukan, salah satunya adalah dengan mengunjungi rumah siswa secara bergiliran dan melakukan pembelajaran bersama siswa lain yang rumah tinggalnya tidak jauh dari rmah siswa yang akan di kunjungi. 

Semua yang sudah dilakukan tentu tudak selalu berjalan mulus, hingga kami perlu selalu melakukan evaluasi dan mencari upaya mana yang lebih mudah dan memungkinkan untuk terus dilakukan. Siapa yang membayangkan akan berada pada kondisi saat ini dengan segala tantangan yang mungkin dihadapi. Hari ini memasuki bulan ke sembilan, masih juga belum ada kepastian kapan kita akan mulai kembali ke sekolah. Alih-alih mendapat kabar kapan ke sekolah kita justru di hadapkan pada beragam spekulasi terkait pandemi Covid-19 yang juga disebut-sebut sebagai sebuah konspirasi. 

Wallahu’alam, kita sulit untuk mendeteksi apa yang sebenarnya ternyadi. Namun Allah senantiasa mengetahui dan menurutnya inilah yang paling baik untuk kita hadapi. Bukankah ia tidak semata-mata memberi ujian kepada hamba, jika hamba-Nya tidak memiliki kemampuan untuk melewati setiap ujian dengan baik dan tetap berada di jalan Allah. 

Apapun yang kita hadapi, apapun yang saat ini terjadi mari tetap selalu bersyukur. Tidak hanya itu, mari sama-sama mencari apa pesan sesungguhnya dari Allah untuk kita para penghuni dunia yang kian hari kian renta.

Widya Bahri . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates