Friday, November 13, 2020

Kiat Menghancurkan Tembok “Ide Mentok” Ketika Menulis



Menulis dari bebagai sisi memiliki makna tersendiri. Bagaimana menulis dapat memberi dampak yang berbeda bagi seseorang. Self healing salah satu dampak positif dari kebiasaan menulis. Namun tak jarang bagi mereka yang menulis dengan deadline lambat laun merasa terbebani dengan aktifitas menulis. Aku menyaksikannya langsung dari\ curhatan seorang penulis scenario sebuah sinetron stripping, di akun sosial medianya. Dia mengungkapkan kelelahan dan kewalahannya menulis scenario dengan deadline yang membuatnya terdesak hingga menurutnya ia hampir saja menjadi gila. 

Namun apapun itu, menulis merupakan aktifitas yang memerlukan beberapa keterampilan, keterampilan mengolah kata, keterampilan menyusun alur tulisan dan keterampilan-keterampilan lain yang mempengaruhi isi dari sebuah tulisan. Di samping itu menulis juga memerlukan latihan serta upaya-upaya seorang penulis agar tulisannya dapat di selesaikan. 

Banyak penulis yang kesulitan menyelesaikan tulisannya. Bahkan beberapa penulis telah menyelesaikan hampir setengah jalan namun harus rela tertunda hingga bingung mau di apakan tulisan itu, karena mereka merasa buntu untuk melanjutkan tulisannya sendiri. hingga muncul pernyataan “Ide mentok, dan tulisan sulit dikembangkan”. 

Mungkin kurang baca atau tidak melakukan riset dan belum memahami teknik menulis dari genre yang sedang di garap. Beragam kemungkinan tersebut bisa saja terjadi, namun bagaimana dengan penulis yang memang semakin sulit mengembangkan tulisannya setelah melakukan banyak upaya termasuk semakin banyak membaca, riset dan mempelajari teknik-teknik menulis. Aku sendiri baru-baru ini berada pada kondisi tersebut, rasanya cukup gemas pada diri sendiri kenapa tidak mampu mengembangkan tulisan yang telah di buat. 

Seperti memperoleh angin segar karena hal tersebut di alami banyak penulis bahkan mereka yang notabene penulis besar pun masih mengalami itu. Siang ini lihat IG story Mbak Marita Ningtyas, salah satu blogger perempuan favoritku. Dia membagikan sebuah postingan seorang mentor menulis yaitu kak TeSiang ini lihat IG story Mbak Marita Ningtyas, salah satu blogger perempuan favoritku. Dia membagikan sebuah postingan seorang mentor menulis yaitu kak Tendi Murti. Postingan tersebut berisi bagaimana kiat melanjutkan tulisanyang sudah setengah jalan. 

Yang membuatku tertarik untuk membuka postingan kak Tendi adalah kutipan yang ku lihat di IG story Mbak Marita. Kira-kira seperti ini “Semakin banyak Maksiat, tulisan semakin mampat. Semakin banyak bertaubat tulisan semakin kuat”. 

No comments:

Post a Comment