Saturday, November 21, 2020




Kalo nulis WBers lebih suka pakai aku atau saya untuk kata ganti POV orang ke 1?. Pakai apapun sebenarnya sah sah saja ya, aku sih lebih senang pakai kata ganti aku. Nggak tau kenapa rasanya jadi lebih akrab aja sama pembaca kalau pakai “Aku”, dan nggak terkesan terlalu formal. Tapi gimana kalau pas nulis tiba-tiba kita malah pakai keduanya?, nah loh…. WBers ada yang pernah kayak gitu nggak tuh?. 

Sore itu aku berjalan santai di taman dekat rumah, mengobati kerinduan pada sahabat terbaik yang sejak kepergiannya 5 tahun lalu, tak pernah kembali. Setiap kali merindukannya saya datang ke tempat-tempat yang sering kita kunjungi, taman ini salah satunya. Hampir 30 menit berjalan dari kejauhan saya melihat perawakan seseorang yang rasanya tak asing lagi. Ia melambaikan tangan dan mencoba mendekat, semakin dekat aku terkejut melihat siapa yang ada di hadapan saya sekarang. 

WBers tau kan apa yang salah dengan tulisan di atas. Yaps…. Yang salah dan mengganggu adalah inkonsistensi kata ganti. Semula menggunakan kata ganti aku, kemudian ditengah menjadi saya, dan kembali menggunakan aku. Sebenarnya dalam kondisi tertentu boleh saja menggunakan kedua kata ganti tersebut. Seperti semula menggunakan kata ganti aku, namun dalam dialog, si aku menjadi saya karena menyesuaikan dengan lawan bicaranya di dalam dialog tersebut. Seperti contoh berikut ini 

“Saya baik-baik saja bu”, aku berusaha memastikan keadaanku baik saat bu Sarah menghampiri dan menanyakan kabar setelah insiden tadi pagi. 

Dalam buku “101 Dosa Penulis Pemula” karya Isa Alamsya, ini merupakan salah satu kesalahan paling banyak dilakukan penulis pemula. Begitu pun aku, paling sering melakukan kesalahan dalam hal ini. Di depan pakai aku di belakang pakai saya, bahkan sampai saat ini pun masih seperti itu. Terkadang ketika sedang asik-asiknya nulis, nggak sadar dengan penggunaan kata ganti POV orang ke 1. 

Nah, dengan begitu sangat penting untuk kroscek tulisan kita sebelum kirim ke penerbit, upload di media sosial atau diikut sertakan dalam event menulis lainnya. Tapi, pas kroscek pun harus teliti dan fokus ya, kan nggak lucu juga kalau ada pembaca yang sadar dengan kesalahan itu dan membuat dia nggak nyaman ketika membaca tulisan kita. 

Itu dia sekilas tentang kesalahan menggunakan kata ganti POV orang ke 1 yang paling sering dan banyak dilakukan para penulis pemula seperti aku. Semoga bermaanfaat untuk WBers yang juga sedang belajar menulis dan menggeluti bidang ini. Jangan lupa tinggalkan kritik, saran dan tanggapan kalian di kolom komentar. Siapa tau kita bisa sharing banyak hal disini. Wassalamualaikum….

Widya Bahri . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates