Tuesday, April 14, 2020

Pic: Restorasidaily.com 


                Beberapa waktu lalu membaca tulisan salah satu teman di blog pribadinya. Sebuah tulisan dari pengalam di tanyai tentang kapan nikah?, kenapa belum nikah?dan lain sebagainya terkait itu. Hingga hal tersebut menimbulkan keresahan dan tanda tanya besar kenapa jodohnya belum kunjung datang.
                Pada beberapa orang, hal semacam itu  juga mungkin terjadi dan berdampak pada kemungkinan orang tersebut Baper, sedih, hingga terpuruk. Apalagi ketika di luar sana gadis atau perjaka seusianya banyak yang telah menikah bahkan punya anak.
                Sebetulnya reaksi  itu sah-sah saja. Dalam sebuah sebuah artikel, seorang psikolog klinis dari Personal Growth, Veronica Adelsa mengatakan bahwa secara psikologis baper saat ditanya kapan nikah itu adalah hal yang wajar.  
                Lalu bagaimana ketika baper itu menjadi keresahan mengapa jodoh kita tak kunjung datang?. Mulailah mengelola diri dan perasaan, keresahan bisa muncul karena beberapa faktor. Misal karena ketakutan jodoh kita benar-benar tidak akan datang, atau karena tidak percaya dengan bagaimana Allah memiliki sekian banyak cara mempertemukan seorang  hamba dengan pasangannya.
                Disamping itu, lingkungan juga mempengaruhi ikhtiar kita menemukan pasangan. Memang benar jika jodoh adalah  bagian dari kehendak Allah, kalo memang saat ini belum ketemu jodohnya artinya memang belum Allah pertemukan. Tapi disisi lain kita juga sering mendengar bahwa hidup adalah pilihan. Yaps….. kita memilih jalan mana dan kehidupan seperti apa yang kita inginkan melalui ikhtiar yang dilakukan, selanjutnya Allah yang merestui pilihan tersebut.
                Seandainya pun dari semua ikhtiar yang dilakukan Allah belum juga mempertemukan, itu kembali pada bagaimana Allah berkehendak. Yang jelas selalu ada kebaikan di balik itu semua, dan kamu harus percaya.
                Membahas panjang lebar perihal jodoh dari sisi yang seakan sangat bijaksana, memang gampang-gampang ringan. Apalagi yang nulis udah ketemu jodohnya. Emang tau rasanya di tanya terus kapan nikah?, tau rasanya takut jodoh nggak akan datang karena lintasan fikiran yang kadang menghantui?, tau bagaimana pertanyaan kapan nikah bisa jadi momok mengerikan dalam hidup?.
                “Tau donk, sebelum ketemu suami ada banyak cerita di balik penantian si dia”, haha….senyum satire mengiringi pernyataan ini.
                Intinya saya pernah ada di posisi itu, sedikit banyak tau bagaimana proses perjalanan menanti hingga menemukan pasangan. Pernah baper, takut hingga kecewa, terpuruk (“Haha…. Nyoba banget di dramatisir”).
                Yang jelas, dari pengalaman  terkait jodoh yang belum kunjung datang, adalah tentang seberapa penting mengelola hati, fikiran dan perasaan.  Jangan sekali-kali atau buang saja jauh-jauh fikiran bahwa jodoh kita tidak akan datang.
Yang terpenting adalah mulailah memperkuat keyakinan bahwa Allah memiliki sekian banyak cara mempertemukan kita dengan pasangan, sekalipun lintasan fikiran  yang kadang teramat logis, tidak bisa melihat dari arah mana Allah akan kirim sang pelengkap hidup bernama pasangan itu.
Selanjutnya adalah ikhtiar yang memungkinkan untuk kita lakukan. Jika pada prinsipnya perempuan hanya harus menanti, menantilah dengan cara yang tetap manusiawi sebagai seorang perempuan. Ikhtiar dengan berdoa dan semakin menjalin intensitas komunikasi antara diiri dengan Allah. Merayu dengan cara yang sangat elegan dan disukai oleh-Nya. Selebihnya serahkan semua hanya pada Sang maha segalanya .  


1 Comments:

Widya Bahri . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates